Presiden Jokowi Dijadwalkan Bertemu Trump di KTT G-20

July 5, 2017 @ 1:03 pm
Jakarta, EnergiToday-- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Konferensi Tingkat Tinggi Negara-negara Group 20 (KTT G-20) di Hamburg, Jerman. Indikasi rencana pertemuan kedua pemimpin negara tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir.

Arrmanatha mengatakan KTT tersebut akan digelar pada 7-8 Juli 2017. Isu yang akan menjadi perhatian Indonesia adalah penanggulangan terorisme, pertumbuhan ekonomi global, dan perdagangan internasional, pembangunan berkelanjutan, dan perubahan iklim, kerja sama dengan Afrika, serta pemberdayaan ekonomi dan perempuan.

Pagi ini, Presiden Jokowi didampingi ibu negara, Iriana, dan sejumlah pejabat, antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong, bertolak dari pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju ke Turki lalu dilanjutkan ke Jerman. Dalam perjalanan ke Turki, Jokowi akan singgah di Banda Aceh untuk memberi ucapan selamat kepada gubernur dan wakil gubernur Aceh yang baru, Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah.

Di Turkri, kata Arrmanatha Nasir, Presiden Jokowi akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dan menghadiri pertemuan bisnis dengan para CEO Turki. “Ada empat rencana kesepakatan atau MoU, yakni kerja sama kesehatan, pendidikan, dan bea cukai, serta peluncuran RI-Turki CEPA,” kata Arrmanatha. CEPA adalah comprehensive economic partnership agreement atau perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif.

Isu-isu yang akan menjadi perhatian Jokowi dan Erdogan adalah kerja sama ekonomi dalam kerangka RI-Turki CEPA, kerja sama industri strategis, kerja sama energi terbarukan, dan kerja sama penanggulangan terorisme, khususnya teroris asing (foreign terrorist fighters/FTF). Menurut Gurbuz, hubungan Turki dan Indonesia sudah dimulai sejak abad ke-16 dan sangat positif sejak Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan pada 1945. Dia mengatakan kunjungan Jokowi juga diharapkan bisa membahas kesepakatan perdagangan bebas antara kedua negara. (mt/bs)

Beri komentar

Email anda tidak akan ditampilkan
*) Wajib diisi