Pertamina EP Siap Ngebor Perdana di Lepas Pantai Poleng Field

July 18, 2017 @ 7:02 am
Jakarta, EnergiToday-- PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya PT Pertamina EP yang bergerak di sektor hulu migas dan merupakan Kontraktor Kontrak Kerjasama dibawah naungan SKK Migas kembali menunjukkan komitmennya untuk mendukung pemenuhan energi nasional.

Kali ini, salah satu lapangan PT Pertamina EP yang beroperasi di sekitar wilayah Laut Jawa Bagian Timur yaitu PT Pertamina EP Asset 4 Poleng Field, tengah mempersiapkan kegiatan pengeboran lepas pantai pertama dalam sejarah PT Pertamina EP yang pada 13 September 2017 mendatang baru genap berusia 12 Tahun.

"Saat ini kami tengah mempersiapkan segala sesuatu guna kelancaran proses pemboran lepas pantai di Poleng Field. Saat ini Rig ENSCO 67 yang akan kami gunakan untuk melakukan pemboran sedang dilakukan inspeksi menyeluruh", ujar Public Relation Manager PT Pertamina EP, Muhammad Baron.

Baron menjelaskan, sumur yang akan dibor, tambah Baron, bernama Poleng N2 atau sumur CW-12H yang memiliki koordinat permukaan X : 708,283.73 ; Y : 9.259.346,09.

"Insyaallah apabila semua persiapan berjalan lancar, kegiatan pemboran akan mulai dilaksanakan mulai awal Agustus 2017 dengan durasi pekerjaan estimasi mencapai 45 hari dengan target kedalaman mencapai 9.000 ft dan perkiraan biaya mencapai USD 15 Juta," tuturnya.

Selain itu tambahnya, melalui kegiatan pemboran ini diharapkan mampu menghasilkan 700 Barel Minyak Per Hari dan 1,2 Juta Kaki Kubik Gas Per Hari. Selain itu pemboran ini juga bertujuan untuk menambah titik serap hidrokarbon di area CW dan DW.

Sementara itu, Didik Susilo selaku Asset 4 General Manager PT Pertamina EP mengatakan bahwa Asset 4 merupakan salah satu asset yang paling lengkap dikarenakan selain memiliki lapangan minyak juga 3 Pusat Produksi Gas yaitu CPP Gundih, CPP Donggi dan CPP Matindok.

Kemudian, lanjut Didik di Asset 4 juga ada lapangan di darat serta di lepas pantai seperti yang ada di Poleng Field ini. Poleng Field masuk ke PT Pertamina EP kurang lebih 4 tahun yang lalu.

"Setelah berjalan kurang lebih 4 tahun dengan tingkat produksi yang cukup bagus, kini kami mempersiapkan langkah yang cukup berani dengan melaksanakan pemboran," tukasnya. (un)

Beri komentar

Email anda tidak akan ditampilkan
*) Wajib diisi