Kementerian ESDM Tawarkan 15 WK Migas Tahun 2017

July 10, 2017 @ 8:06 am
Jakarta, EnergiToday-- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menggelar pertemuan dengan 52 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), kegiatan tersebut dalam rangka menawarkan wilayah kerja migas tahun 2017.

Untuk tahap I ini, ditawarkan 15 WK Migas yang terdiri dari 10 WK migas konvensional dan 5 WK migas non konvensional.

Ini merupakan pertama kalinya Menteri ESDM terjun langsung menawarkan WK migas kepada investor. Hal itu menunjukkan keseriusan Pemerintah mengupayakan agar industri migas memperoleh investasi yang besar. Sejak ditawarkan pada ajang IPA bulan Mei lalu, hingga saat ini 12 investor telah mengambil dokumen penawaran untuk 7 WK migas.

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar menyatakan, pertemuan dilakukan karena Pemerintah ingin lebih proaktif dalam menawarkan WK migas. "Tahun lalu waktu penawaran dibuka, banyak yang berminat tapi pemenangnya tidak ada. Nah tahun ini kita buka approach-nya Kita yang lebih proaktif," ujarnya.

Lebih lanjut Wamen mengatakan, berdasarkan masukan KKKS, ada beberapa hal yang membuat WK migas tahun sebelumnya tidak laku, antara lain faktor technical yang kurang bagus, kurang komersial atau tidak atraktif dan aturan yang kurang mendukung sehingga blok-blok tersebut tidak jadi diambil oleh KKKS yang berminat.

Untuk itulah, Arcandra menegaskan, ke depan Pemerintah berupaya memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut, antara lain Ditjen Migas akan melakukan technical session mengenai WK yang ditawarkan.

"Ini berarti data dan informasi terkait WK migas yang dilelang, khususnya WK migas yang dilelang dengan mekanisme lelang reguler, akan dikupas dan dijelaskan lebih rinci," tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, Pemerintah mendorong percepatan pembahasan Peraturan Pemerintah terkait perpajakan skema gross split. "Ini penting karena ke depannya, seluruh kontrak menggunakan skema gross split," pungkasnya. (un)

Beri komentar

Email anda tidak akan ditampilkan
*) Wajib diisi