Blok East Kalimantan Tak Ekonomis, Pertamina harus Kembalikan ke Pemerintah

July 7, 2017 @ 8:24 am
Jakarta, EnergiToday-- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT Pertamina (Persero) segera mengembalikan Blok East Kalimantan kepada Pemerintah, apabila dinilai tidak ekonomis untuk dikembangkan.

Hal tersebut seperti yang dikemukakan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar di Jakarta.

Sebelumnya PT Pertamina meminta perpanjangan waktu ke Pemerintah untuk melakukan evaluasi lebih lanjut terkait Blok East Kalimantan karena dinilainya tidak ekonomis.

“Kan saya sudah bilang, kalau tidak workable, Pertamina dia mengajukan nanti kita (Pemerintah) putuskan. Sudah langsung saja (kembalikan),” ujarnya.

Untuk itu, ungkap Arcandra, Pemerintah ingin bergerak cepat dan melelangkan blok tersebut kepada investor yang berminat. Dengan segera mengembalikan, lanjut Arcandra, Pemerintah memiliki rencana yang lebih matang untuk ke depannya.
Sebagai informasi, Pemerintah menyerahkan pengelolaan 8 blok terminasi ke Pertamina yaitu Blok Tuban, Blok Ogan Komering, Blok Sanga-Sanga, Blok South East Sumatera (SES), Blok NSO, Blok B, Blok Tengah, dan Blok East Kalimantan. Seluruh blok tersebut nantinya menggunakan mekanisme bagi hasil gross split.
Menurut Arcandra, dari hasil evaluasi yang dilakukan Pertamina, hanya Blok East Kalimantan saja yang tidak ekonomis jika menggunakan gross split. Dari 7 blok yang dinyatakan ekonomis, ada beberapa blok yang meminta tambahan bagi hasil.
“Ada yang butuh, ada yang tidak. Yang butuh (tambahan split) kita evaluasi,” tuturnya.
Nantinya, lanjut Arcandra, penambahan split yang diperbolehkan maksimal 5%. "Minta (penambahan) cuma 5% yang boleh. Yang lainnya clear, tidak ada lagi perdebatan. Gross split dibikin supaya tidak ada perdebatan," tandasnya. (un)

Beri komentar

Email anda tidak akan ditampilkan
*) Wajib diisi