TNP2K: Tarif Listrik Naik Tak Akan Bikin Masyarakat Miskin

June 17, 2017 @ 8:27 pm
Jakarta, EnergiToday-- Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) memastikan, kenaikan tarif listrik bagi sebagian pelanggan golongan 900 Volt Ampere (VA) tak serta merta memperburuk kesejahteraan masyarakat. Hal itu terlihat dari dua indikator, yaitu inflasi dan pembentuk garis kemiskinan.

Kepala Unit Komunikasi dan Pengelolaan Pengetahuan TNP2K Ruddy Gobel merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa komponen listrik berperan sebesar 0,06 persen terhadap inflasi bulanan Mei sebesar 0,39 persen. Angka itu tercatat lebih kecil dibandingkan kontribusi dari bahan makanan sebesar 0,17 persen di periode yang sama.

"Meski demikian, kami tetap berpegang pada pernyataan Bank Indonesia bahwa inflasi hingga akhir tahun mendatang bisa sesuai dengan target, yaitu 3 plus minus 1 persen," jelas Ruddy, Sabtu (17/6).

Di sisi lain, ia mengatakan bahwa kenaikan tarif  listrik memilki dampak yang sangat sedikit terhadap pembentuk garis kemiskinan. Menurut data BPS, tarif listrik hanya berpengaruh 3 persen terhadap kemiskinan di perkotaan dan 2 persen untuk wilayah pedesaan. Bahkan, angka ini jauh lebih kecil dibanding kenaikan harga beras yang dianggap menyumbang 10 persen terhadap garis kemiskinan.

Adapun menurutnya, pemerintah telah mengantisipasi dampak negatif dari kenaikan tarif listrik dengan mengikutsertakan kelompok rentan miskin ke dalam penerima subsidi listrik. Saat ini, jumlah populasi rentan miskin Indonesia mencapai 93,02 juta orang atau 40 persen dari total populasi Indonesia. Padahal, golongan masyarakat miskin di Indonesia saat ini hanya mengambil 10,7 persen dari total penduduk Indonesia.(mt/cn)

 

Beri komentar

Email anda tidak akan ditampilkan
*) Wajib diisi