Mobil Terbang Seharga Rp7 Miliar Ini Siap Mengudara

June 23, 2017 @ 10:39 am
Jakarta, EnergiToday-- Perusahaan Belanda, PAL-V (Personal Air and Land Vehicle), mungkin akan menjadi yang pertama memasarkan mobil terbang. Perusahaan yang didirikan pada 2007 oleh Robert Dingemanse dan seorang pilot John Bakker ini sudah melakukan uji coba berkali-kali terhadap kendaraan beroda tiga dan berbaling-balingnya itu.

Tak hanya itu, PAL-V juga sudah memenuhi persyaratan untuk pengoperasian mobil terbang berdaya tampung dua orang, baik untuk penggunaan di darat maupun udara."Mimpi seperti ini sudah ada sejak 100 tahun lalu. Ketika pesawat ditemukan pertama kali, orang-orang sudah berpikir 'bagaimana saya bisa menggunakannya juga di jalan'," tutur Chief Marketing Oficer PAL-V, Markus Hess, Jumat (23/6).

Perusahaan yang berbasis di Raamsdonksveer, Belanda, itu menargtkan akan mengirim mobil terbangnya ke konsumen pada akhir 2018. Sebelumnya, PAL-V akan menunjukkan mobil terbang versi produksi finalnya pada Oktober mendatang. Meski demikian penggunanya harus memiliki dua dokumen, yakni SIM dan surat izin pilot. Untuk menerbangkannya, pengemudi harus mencari tempat khusus yang memiliki panjang lintasan ideal untuk lepas landas. Namun karena menggunakan baling-baling, panjang jalan yang dibutuhkan tidak terlalu jauh.

Tak seperti mobil terbang milik perusahaan lain yang dikembangkan menggunakan tenaga listrik, produk PAL-V masih mempertahankan mesin konvensional bertenaga 100 hp. Mobil mampu terbang dengan daya jelajah 400 sampai 500 kilometer hingga ketinggian 3.500 meter. Sementara jika melaju di jalan, kecepatan maksimumnya mencapai 170 km/jam.

Namun mereka menghadapi kendala, baling-baling helikopter akan memengaruhi laju kendaraan, terutama dalam hal pusat gravitasi. Ini akan sangat dirasakan saat kendaraan menikung. Lalu mereka mendesain kendaraan yang baling-balingnya bisa ditekuk saat digunakan di jalanan. Kemudian ada tambahan sayap kelelawar di atapnya. Meski dilengkapi baling-baling, PAL-V menolak kendaraannya disebut dengan helikopter. Hal ini karena baling-baling berputar dengan memanfaatkan angin, bukan dari mesin. Sekalipun mesin dimatikan, baling-baling akan tetap terus berputar.(mt/ok)

 

Beri komentar

Email anda tidak akan ditampilkan
*) Wajib diisi