Khawatir Produksi Meningkat, Harga Minyak Terperosok

June 20, 2017 @ 11:41 am
Jakarta, EnergiToday--Harga minyak terperosok satu persen setelah muncul kekhawatiran kenaikan produksi minyak di AS, Libya, dan Nigeria. Hal ini berpotensi mengganggu upaya organisasi negara-negara pengeskpor minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) dalam memangkas produksi.

Persediaan OPEC meningkat pada Mei lalu, seiring perbaikan produksi di Libya dan Nigeria, dua negara yang dikecualikan dari kebijakan pembatasan produksi. Produksi Libya telah meningkat lebih dari 50 ribu barel per hari setelah perusahaan minyak nasional menyelesaikan sengketa dengan perusahaan asal Jerman, Wintershall.

Presiden Lipow Oil Associates yang bertempat di Houston, negara bagian Texas, Andrew Lipow mengatakan, saat ini, banyak tanker yang digunakan untuk penyimpanan minyak. Selain itu, banyak minyak mentah dari Afrika Barat, serta Eropa ditawarkan ke Meksiko, Selasa (20/6).

Akibatnya, harga Beent LCOc1 melemah US$0,46 per barel ke angka US$46,91 per barel. Sementara itu, harga West Texas Intermediate (WTI) melemah US$0,54 per barel ke angka US$44,20 per barel. Kedua posisi itu merupakan yang terlemah sejak bulan November 2016 silam. Harga Brent dan WTI telah turun 15 persen sejak akhir bulan lalu, ketika anggota OPEC berjanji akan memperpanjang kebijakan pemangkasan produksi dalam waktu 9 bulan berikutnya sebesar 1,8 juta barel per hari. (mt/cn)

Beri komentar

Email anda tidak akan ditampilkan
*) Wajib diisi