KESDM Habiskan Dana 51 Persen Anggaran 2018 untuk Pembangunan Fisik

June 19, 2017 @ 6:49 am
Jakarta, EnergiToday-- Sebanyak 51% anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk tahun 2018 dari total anggaran Rp 6,52 triliun difokuskan pada pembangunan fisik yang langsung menyentuh kepentingan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat pekan lalu di Ruang rapat Komisi VII di Jakarta.

Jonan memaparkan, dari Rp 6,5 triliun, garis besarnya untuk jenis kegiatan yaitu belanja publik fisik sebesar 51% atau Rp 3.328,9 miliar, 15% diperuntukkan untuk belanja publik non-fisik atau Rp 1.109,6 miliar serta belanja aparatur sebesar 34% atau Rp 2.225,6 miliar.

"Peningkatan pembangunan fisik ini sebagai pertanggungjawaban atas dampak pengelolaan sektor ESDM yang lebih baik," ujarnya.

Jonan menjelaskan, pembangunan fisik yang akan dilakukan tersebut, antara lain pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (jargas), pembagian konverter kit untuk nelayan, konversi minyak tanah ke LPG, gasifikasi mini batubara, pembangunan kelistrikan di wilayah perbatasan dan pemboran air bawah tanah.

Sementara itu, tambahnya, mengenai pembangunan jargas atau pipa gas, imbuh Jonan, pelaksananaannya akan dilakukan oleh aparatur Kementerian ESDM.

"Jadi ini penanggung jawabnya sampai pelaksana lelang dan sebagainya, harus di KESDM. Tidak dialihkan," tuturnya.

Selain itu, Jonan mengungkapkan, khusus untuk Ditjen Migas, pada tahun 2018 rencananya akan dilakukan pembangunan jargas di 18 lokasi, pembangunan pipa transmisi jargas di 3 lokasi, konversi BBM ke bahan bakar gas untuk nelayan 25.057 unit, konversi BBM ke bahan bakar gas untuk transportasi sebanyak 1.800 unit di 7 lokasi dan konversi mitan ke LPG sebanyak 155.846 unit di 4 kabupaten/kota. (un)

Beri komentar

Email anda tidak akan ditampilkan
*) Wajib diisi