Harga Minyak Cenderung Terkulai

June 19, 2017 @ 1:17 pm
Jakarta, EnergiToday-- Harga minyak melanjutkan pelemahan karena pasar mengantisipasi penambahan suplai dari Amerika Serikat akibat penambahan jumlah rig dalam 22 pekan berturut-turut. Sementara permintaan dari Asia juga mengalami perlambatan.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim menyampaikan pasar mengantisipasi penambahan pasokan Amerika Serikat yang kian mendekati kinerja penambangan Rusia dan Arab Saudi. Terkini, pada sepekan yang berakhir Jumat (16/6) jumlah rig AS bertambah 6 buah menjadi 747 rig, atau level tertinggi sejak April 2015. Ini merupakan penambahan rig dalam 22 pekan berturut-turut.

"Selain AS, sentimen negatif juga datang dari harga minyak dunia yang cenderung mendingin karena antisipasi suplai dari negara OPEC seperti Libya dan Nigeria," tuturnya, Senin (19/6)

Goldman Sachs menyampaikan jika jumlah rig AS tetap berada di level saat ini, produksi minyak mentah Paman Sam akan tumbuh 770.000 bph antara kuartal IV/2016 dan kuartal IV/2017 di empat titik penambangan minyak shale. Empat lokasi tersebut ialah Permian, Eagle Ford, Bakken, dan Niobrara. (mt/bc)

 

Beri komentar

Email anda tidak akan ditampilkan
*) Wajib diisi