Harga Gas Masela untuk Industri US$ 5,86 per MMBtu

June 19, 2017 @ 7:45 am
Jakarta, EnergiToday-- Berdasarkan dari hitung-hitungan aspek keekonomian, akhirnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga gas Masela yang sekiranya ditawarkan kepada calon penyerap berada di angka US$5,86 per MMBTU.

Menurut Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, Pemerintah menginginkan agar harga gas ini bersifat konstan dan merupakan harga ke pelanggan (end user).

Dengan demikian, harga gas tersebut bukan dihitung berdasarkan formulasi. "Harga jual kan bisa apa saja, asumsi harga gas itu merujuk ke keekonomian mereka," ujarnya.

Arcandra mengungkapkan, pemerintah nantinya akan menawarkan gas dengan harga itu secara terbuka. Untuk itu, dirinya berharap, apabila ada yang berminat, maka perjanjian kerja samanya akan berlanjut ke tahap kontrak dengan syarat dan ketentuan tertentu (Terms and Condition/T&C).

Pasalnya, tambah, Arcandra, tahap kontrak dengan klausul tertentu ini memiliki kekuatan yang lebih mengikat daripada sekadar Head of Agreement (HoA), tetapi tidak lebih kuat dibanding Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG).

Rencananya, pemerintah pada pekan depan akan menyusun klausul-klausul kontrak tersebut. "Karena kalau bikin HoA, apakah ada jaminan gas jadi diserap? Sementara itu, kalau PJBG itu sifatnya sudah pasti. Jadi, kontrak yang akan disusun adalah punya kekuatan antara HoA dan PJBG, namun tetap penyerap tak bisa lari," tuturnya.

Arcandra memastikan, nantinya untuk pelaksanaan kontrak dengan klausul tertentu ini akan dilaksanakan tiga bulan sebelum Inpex melakukan kajian awal konfigurasi kilang, atau yang biasa disebut Preliminary Front End Engineering Design (Pre FEED).

"Setelah kontrak dilakukan, diharapkan besaran kapasitas kilang gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) Masela yang dibangun Inpex bisa diketahui," pungkasnya. (un)

Beri komentar

Email anda tidak akan ditampilkan
*) Wajib diisi