Gelar Mogok Kerja, 4.000 Pekerja Freeport Kena PHK

June 20, 2017 @ 6:02 am
Jakarta, EnergiToday-- Akhirnya PT Freeport Indonesia (PTFI) telah memberhentikan karyawan yang melakukan aksi mogok sejak 1 Mei 2017 lalu. Total pekerja yang sudah diberhentikan akibat pemogokan mencapai 4.000-5.000 orang.

VP Corporate Communication PTFI, Riza Pratama mengatakan, sekitar 80% adalah karyawan PTFI, sisanya karyawan dari perusahaan kontraktor yang disewa PTFI.

"Yang sudah diberhentikan 4.000-5.000 orang sampai hari ini. Sebagian besar karyawan PTFI, lalu sekitar 1.000 orang dari kontraktor," katanya belum lama ini di Jakarta.

Riza mengungkapkan, pemberhentian terhadap para peserta pemogokan sudah sesuai dengan prosedur yang semestinya. Sebelum memberhentikan, PTFI telah mengimbau karyawan untuk kembali bekerja.

"Kami sudah memberikan imbauan kepada karyawan setelah 5 hari absen dan melakukan 2 kali panggilan untuk kembali bekerja," ujarnya.

Riza menegaskan, berdasarkan peraturan hukum yang berlaku di Indonesia, PTFI berhak memberhentikan karyawan yang absen lebih dari 5 hari tanpa izin dan tidak mengindahkan panggilan.

"Kami melakukan tindakan ini sesuai pedoman Hubungan Industrial dan Undang Undang yang berlaku," jelasnya.

Menurut Riza, pekerja yang mogok dianggap mengundurkan diri. Tidak ada kompensasi yang diberikan, karena peserta pemogokan dianggap mengundurkan diri secara sukarela.

"Pemogokan tersebut berdampak pada kegiatan operasi dan produksi di Tambang Grasberg, tapi tidak signifikan. Sekarang ada kurang lebih 4.000 posisi yang kosong di PTFI setelah para pemogok di-PHK," katanya.

Guna menutup kekurangan pekerja tambang ini, tambahnya, PTFI menyewa perusahaan kontraktor untuk mengisinya sehingga operasi tambang tetap normal. "Sekarang produksi belum optimal. Ada posisi kosong 4.000-an. Kita cari dari kontraktor," pungkasnya. (un)

Beri komentar

Email anda tidak akan ditampilkan
*) Wajib diisi