YLKI Sambut Baik Larangan Penggunaan Bahan Perusak Ozon di Industri Elektronik

September 17, 2013 @ 3:53 pm
1334640801_355522537_2-Gambar--JASA-Service-AC-di-Bali-Service-AC-PANGGILAN-Service-AC-MURAH (1)

Jakarta, EnergiToday -- Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sudaryatmo menyambut baik langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melarang penggunaan Bahan Perusak Ozon (BPO) untuk produk-produk elektronik yang tidak ramah lingkungan. Menurutnya hal itu akan mengurangi dampak perusakan lingkungan dan juga bagus untuk kesehatan konsumen selaku pengguna produk.


Sudaryatmo menyarankan, agar kebijakan tersebut efektif pemerintah harus mengenakan cukai terhadap produk elektronik yang masih memiliki kandungan BPO. "Pengenaan cukai akan menyebabkan harganya lebih tinggi dan pembelinya akan berkurang," ujarnya di Jakarta, Selasa (17/9).


kebijakan pengenaan cukai untuk produk-produk yang tidak ramah lingkungan sudah banyak diterapkan oleh negara lain. “Mereka tidak hanya menyasar produk yang merusak kesehatan saja, tetapi juga yang merusak lingkungan,” katanya.


Ia menilai, di negeri ini, cukai hanya dikenakan untuk produk minuman keras dan rokok saja. Padahal dengan pengenaan cukai para produk yang tidak ramah lingkungan, selain mendorong pelaku usaha untuk membuat produk yang lebih baik, juga dapat meningkatkan penerimaan negara dari cukai.


Selain itu, pemerintah bisa memberikan keringanan pengenaan cukai bisa untuk produk-produk yang menggunakan bahan baku lokal, di produksi di dalam negeri, dan mayoritas saham dimiliki oleh perusahaan lokal. (Iqb/TRN/KTN)



Beri komentar

Email anda tidak akan ditampilkan
*) Wajib diisi

*