Revisi Permen ESDM No.32 Tahun 2008, Dirjen EBTKE Gelar Public Hearing

July 30, 2013 @ 10:34 am
EBTKE
Jakarta, EnergiToday -- Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melaksanakan acara Public Hearing terkait Revisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 32 Tahun 2008 yang dimaksudkan untuk mendapatkan masukan secara teknis maupun substantif agar target utama pengembangan bioenergi dalam rangka mendukung ketahanan energi nasional dapat tercapai.

Peraturan Menteri ESDM No. 32 Tahun 2008 tentang Penyediaan, Pemanfaatan, dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain yang mengatur badan usaha yang melakukan kegiatan tata niaga Bahan Bakar Nabati (BBN) berupa biodiesel, bioethanol dan biooil.

Selain itu, seperti yang dilansir dari situs resmi EBTKE, Jakarta, Senin (29/7), regulasi ini juga memberlakukan kebijakan mandatori pemanfaatan BBN untuk sektor transportasi, industri, dan pembangkit listrik.

Dari ketiga jenis pengusahaan bahan bakar nabati yang didorong oleh Pemerintah, hanya biodiesel yang terus mengalami peningkatan tiap tahun secara signifikan dibanding dengan tahun sebelumnya. Sedangkan bioethanol dan biooil belum dapat berkembang sesuai harapan.

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (Biodiesel, Bioethanol, dan Biooil) perlu dipayungi dengan aturan hukum yang jelas agar memberi kepastian hukum bagi para pengembang pengusahaan bioenergi dimasa yang akan datang.
Sebagai gambaran, pemanfaatan biodiesel di dalam negeri pada tahun 2012 mencapai 669.398 kiloliter (KL), meningkat 86,56 persen dari realisasi tahun 2011 yang baru mencapai 358.812 kL dan pada tahun ini sampai dengan pertengahan Juli, realisasinya mencapai 411.997 kL, sedangkan produksinya mencapai 608 ribu kL.

Produksi dan pemanfaatan biodiesel tersebut memang menunjukkan peningkatan setiap tahunnya, apalagi setelah Pemerintah mulai meningkatkan volume pencampuran biodiesel pada minyak solar menjadi 7,5 persen pada awal 2012 dari sebelumnya hanya 5 persen .

Namun jika dilihat dari kapasitas terpasang industri biodiesel nasional yang mencapai lebih dari 5 juta kL, pemanfaatan biodiesel tersebut di dalam negeri masih sangat kecil. (US)

1 komentar

    Maxim (12 May 2014 • 04:01)

    Hey Maury,Thanks for following up. A 30% drop in mgilaee is pretty significant, what vehicle are you fueling?We typically see a mgilaee loss of 10-15% among customers. So with a savings of 50 cents, or 16% you often come out ahead.And customers appreciate the increase in power. Have you noticed an improvement in performance?Propel

Beri komentar

Email anda tidak akan ditampilkan
*) Wajib diisi

*