Proyek Smelter US$ 1 Milyar Dimulai di Kalbar

July 18, 2013 @ 8:26 am
smelter
Jakarta, EnergiToday--Well Harvest Winning Alumina Refinery, perusahaan patungan antara Harita Group dan Hongqiai Grup, telah memulai pembangunan smelter senilai US$ 1 milyar di Ketapang, Kalimantan Barat pada Hari Rabu (17/7) kemarin.

"Ini menandai pengembangan smelter alumina pertama di Indonesia," kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineraal Susilo Siswoutomo, pada upacara peletakan batu pertama Rabu.

Liu Feng Hai, Presiden Direktur Well Harvest, mengatakan smelter tersebut akan dibangun dalam dua tahap, pertama ditargetkan selesai pada 2015. Tahap awal ini diharapkan biaya sekitar $ 500 juta dan akan meninggalkan fasilitas dengan kapasitas sekitar 1 juta ton per tahun. Tahap kedua, direncanakan akan selesai pada 2017, akan menggandakan kapasitas awal smelter itu, sementara juga menggandakan total investasi.

Smelter diharapkan bisa menghasilkan 2 juta ton per tahun alumina, atau aluminium oksida, digunakan terutama dalam pembuatan logam aluminium. Senyawa kimia yang juga dapat digunakan sebagai abrasif karena kekerasannya, atau sebagai bahan tahan api karena ke titik leleh tinggi. Output dari pabrik tersebut akan dijual di pasar domestik dan terutama ditujukan untuk memasok Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), kata Lim.

Harita memiliki 30 persen dari Well Harvest melalui anak perusahaannya Cita Mineral Investindo, sedangkan Hongqiao memiliki sisanya. (Nimas/TJG)

Beri komentar

Email anda tidak akan ditampilkan
*) Wajib diisi

*