Harga Listrik PLTSa Rp 1.798 per kWh

July 12, 2013 @ 5:58 am
Listrik7
Jakarta, EnergiToday -- Kementerian ESDM dipastikan akan segera merilis kebijakan baru terkait dengan penetapan tarif listrik kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dari pembangkit listrik tenaga sampah kota (PLTSa).

Nantinya dalam beleid tersebut, pemerintah akan meningkatkan tarif listrik menjadi Rp 1.798 per kilowatt hours (kWh) dari sebelumnya hanya mencapai Rp 850 per kWh.

Menurut Direktur Bioenergi Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, pihaknya mengakui feed in tariff (FIT) sebelumnya kurang menerima respon dari kalangan swasta karena harganya masih belum ekonomis.

"Dengan aturan FIT yang baru ini, kami optimistis PLTSa akan berkembang, sebab kami juga akan melibatkan pemerintah daerah," ujarnya seperti yang dilansir dari harian Kontan, Jakarta, Jumat (12/7).

Dadan menjelaskan, Peraturan Menteri ESDM No.19 Tahun 2013 tentang Pembelian Tenaga Listrik oleh PLN dari PLTSa yang telah ditandatangani oleh Menteri ESDM pada beberapa wkatu yang lalu akan mengatur secara khusus untuk pembangkit dengan kapasitas setrum sampai dengan 10 megawatt (MW).

Dengan perincian, untuk PLTSa yang menggunakan teknologi zero waste tarifnya Rp 1.450 per kWh untuk tegangan menengah dan Rp 1.798 per kWh untuk tegangan rendah.

Sedangkan untuk PLTSa dengan teknologi sanitary landfill, FIT-nya yaitu Rp 1.250 per kWh untuk tegangan menengah dan Rp 1.598 per kWh untuk tegangan rendah.

Dadan menegaskan, tarif tersebut bersifat final dan tidak bisa dinegosiasikan lagi, sehingga PLN harus mau membeli setrum yang dihasilkan dari PLTSa tersebut. (US/KTN)

1 komentar

    Ramon (11 May 2014 • 21:52)

    Lanikai Bath and body products are hand made in Hawaii with only the fisent natural ingredients. Gardenia, Plumeria, Hawaiian lotions, bath and body, plumeria, gardenia, pikake, coconut pineapple and

Beri komentar

Email anda tidak akan ditampilkan
*) Wajib diisi

*