Perubahan Iklim Memperlambat Regenerasi Konifer Setelah Kebakaran Hutan

July 3, 2013 @ 1:28 pm
kebakaran hutan Riau
Jakarta, EnergiToday-- Kebakaran hutan alami memiliki banyak manfaat mulai dari membersihkan daun-daun kering, mempercepat pertumbuhan baru, hingga mengembalikan mineral ke dalam tanah. Namun dengan meningkatnya suhu akibat perubahan iklim, sulit bagi beberapa tanaman untuk beregenerasi setelah kebakaran hutan.

Penelitian yang dilakukan di  bagian timur Cascade Range oleh Oregon State University menyimpulkan, stres kelembaban adalah keterbatasan bagi regenerasi konifer setelah kebakaran hutan besar yang terjadi pada daerah kering dengan elevasi rendah. Akibatnya, reboisasi pemulihan pasca-api di situs kering mungkin lambat dan tidak pasti.

"Satu dekade setelah kebakaran ini, hampir tidak ada regenerasi pohon di bawah," kata Erich Dodson, seorang peneliti di Departemen Ekosistem Hutan dan Masyarakat OSU seperti yang dikutip dari Environmental News Network.

"Ada beberapa regenerasi di lokasi yang lebih tinggi dengan lebih banyak uap air, tetapi pada ketinggian rendah, itu akan menjadi waktu yang lama sebelum hutan kembali, jika pernah terjadi."

Jika pohon tidak tumbuh kembali, efeknya akan buruk ekosistem hutan termasuk terancamnya habitat satwa liar dan berkurangnya penyimpanan karbon yang menjadikan dampak perubahan iklim semakin parah.

Konifer atau tumbuhan runjung adalah sekelompok tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dengan bentuk daun mirip jarum. Tumbuhan runjung umumnya dijumpai di daerah subtropis. Di Indonesia, beberapa spesiesnya seperti tusam dan damar mendiami daerah pegunungan yang sejuk. (Nimas/Ris)

Beri komentar

Email anda tidak akan ditampilkan
*) Wajib diisi

*