Sumut Menanti Beroperasinya PLTU Pangkalan Susu

April 17, 2013 @ 5:19 pm
listrik dari uap
Medan, EnergiToday--Kehadiran PLTU Pangkalan Susu di Sumatera Utara (Sumut) sangat penting. PLTU Pangkalan Susu ini diharapkan dapat memasok listrik ke seluruh kabupaten, kota yang ada di Sumatera Utara dengan volume 2 x 220 megawatt. Menurut perkiraan pada semester I/2013 ini PLTU Pangkalan Susu akan mulai beroperasi.

Pembangunan PLTU Pangkalan Susu sedikitnya menelan anggaran mencapai Rp3,5 triliun.  Menurut sumber dari Dinas Pertambangan dan Energi Sumatera Utara saat ini proses konstruksi PLTU tersebut telah mencapai 80%, sehingga target operasi pertengahan tahun ini optimis bisa dilaksanakan.

Pembangunan PLTU di wilayah ini terkait dengan adanya kebutuhan listrik di Sumatera Utara yang mencapai 150 megawatt. Dengan demikian, diperlukan banyak pembangkit listrik baru untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Karenanya provinsi ini perlu membangun banyak pembangkit listrik baru karena pasokan listrik selama ini terbatas.

Selain PLTU Pangkalan Susu, saat ini Sumatera Utara tengah mempercepat proses pembangunan PLTU Asahan III berkapasitas 2×87 megawatt di Kabupaten Toba Samosir. Namun, sayang konstruksinya masih terganjal persoalan izin pinjam pakai hutan lindung dari Kementerian Kehutanan.

Berdasarkan data dari Dinas Pertambangan dan Energi pasokan listrik yang tersedia di Sumatera Utara sekitar 1560 megawatt dengan beban puncak 1.420 megawatt. Sementara pertumbuhan kebutuhan setiap tahunnya bertambah 7% hingga 8%, sehingga menyebabkan cadangan listrik tidak aman.

Kebutuhan listrik wilayah ini juga akan meningkat dengan selesainya pembangunan Kawasan  Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei sehingga  untuk kawasan ini saja sedikitnya membutuhkan listrik mencapai 40 MW. Serta kebutuhan gas yang mencapai 4.114.300 mmbtu/tahun  dan air 530 m3/jam.

Karenanya dengan beroperasi PLTU Pangkalan Susu ini menambah pasokan yang siknifikan bagi masyarakat yang membutuhkan listrik.(alf)

Beri komentar

Email anda tidak akan ditampilkan
*) Wajib diisi

*