Perhapi Menilai Inpres No.3 tahun 2013 Tak Lengkap

March 7, 2013 @ 6:13 am
MINING5 Jakarta, EnergiToday -- Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia atau Perhapi menilai Instruksi Presiden No.3 Tahun 2013 tentang Percepatan Peningkatan Nilai Tambah Mineral melalui Pengolahan dan Pemurnian di Dalam Negeri dinilai tidak lengkap.

Menurut Ketua Perhapi, Achmad Ardianto, kekurangan dari aturan tersebut adalah tidak adanya penjelasan secara spesifik terkait kewenangan Kementerian Kehutanan dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Padahal, fungsi kedua lembaga tersebut cukup vital dalam proses perizinan kegiatan eksplorasi maupun dalam pembangunan unit pengolahan dan pemurnian (smelter).

Achmad menjelaskan, dalam Inpres tersebut Presiden hanya memerintahkan delapan kementerian dan pemerintah daerah baik gubernur maupun bupati/walikota untuk dapat bekerjasama sesuai dengan kewenangannya.

Jika wilayah pertambangan termasuk dalam areal hutan, maka pengusaha diwajibkan memegang izin pinjam pakai. Saat ini kebijakan Kementerian Kehutanan justru cenderung menyulitkan pengusaha, mulai dari sulitnya memperoleh perizinan hingga tingginya biaya ganti rugi yang kabarnya akan naik dari semula Rp 3 juta per hektare menjadi Rp 4 juta hingga Rp 5 juta per hektare, ungkapnya.  (KTN)

83 komentar

    Quick Weight Loss tricks (25 Aug 2015 • 10:08)

    Your goals ought not to be vague, by way of example saying you are going to eat much healthier food is an unhealthy goal. If this is not the best fat loss trick you ever heard then I do not know after that benefit you. If you want to know more about the healthy means of slimming down, here are some ideas and advice.

    Chocolate wafers (25 Aug 2015 • 10:47)

    I appreciate, lead to I found just what I used to be taking a look for. You've ended my four day lengthy hunt! God Bless you man. Have a nice day. Bye

    Ashely (29 Aug 2015 • 11:44)

    It's not dangerous however... So it isn't dangerous but it surely needs extra stuff.

Beri komentar

Email anda tidak akan ditampilkan
*) Wajib diisi

*