Ahli Hukum: Kasus Bioremediasi Berpotensi Masuk Arbitrase Internasional

December 14, 2012 @ 10:52 am
Hukum
JAKARTA -- Ahli hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Mudzakir menyatakan, Kejaksaan Agung disarankan sebaiknya menghentikan kasus bioremediasi PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) mengingat lemahnya bukti-bukti yang dibawa ke penuntutan. Jika kasus tersebut diteruskan ke pengadilan, maka akan mengancam Pemerintah Indonesia yang akan berurusan dengan Arbitrase Internasional.

Mudzakir menegaskan, ada empat hal yang akan menjadi pertimbangan agar Kejaksaan Agung menghentikan perkara tersebut. Diantaranya yaitu:

  1. Kasus bioremediasi Chevron itu terlalu dini disebut kasus pidana korupsi;

  2. Kasus bioremediasi Chevron itu timbul dari hubungan keperdataan, yakni kontrak migas.

  3. Adanya kerugian negara harus didasarkan pada audit investigasi (menyeluruh) lembaga yang berwenang.

  4. Lemahnya bukti yang akan dibawa ke penuntutan, Kejaksaan Agung sangat nungkin akan kalah.


Untuk itu tambah Mudzakir, Tuntutan Kejaksaan Agung ke Pengadilan atas kasus bioremediasi Chevron akan menjadi preseden internasional yang luar biasa. Selain itu Pemerintah Indonesia akan dituding akan mencederai kontrak, Chevron sebagai perusahaan multinasional tidak akan tinggal diam namanya tercoreng gara-gara kasus tersebut.

Beri komentar

Email anda tidak akan ditampilkan
*) Wajib diisi

*